Program Detail

Perempuan NTT Bangkit. Kita Tidak Boleh Diam. Mari Bergerak Bersama.

  • Home
  • Program Detail

Pagi itu, Bunda Mayora juga berada di tengah guncangan. Gempa M7,7 mengguncang Flores, disusul gempa-gempa susulan yang membuat warga Maumere berhamburan keluar rumah dan bertahan di lapangan terbuka. Banyak keluarga mendirikan tenda darurat. Di tengah kepanikan itu, Bunda Mayora bersama Relawan Fajar Sikka langsung bergerak. Mereka menyiapkan makanan pagi sederhana dan membagikannya kepada warga yang mengungsi, mencari selimut untuk bayi dan orang-orang yang sakit, serta mengumpulkan obat dan kebutuhan pertolongan pertama yang tersedia. Mereka sendiri terdampak gempa, tetapi pagi itu mereka memilih memastikan orang lain tetap makan, tetap hangat, dan mendapat pertolongan.

Bagi masyarakat Sikka, Bunda Mayora bukan orang baru. Hendrika Mayora Victoria, pendiri Fajar Sikka dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Habi, telah bertahun-tahun bekerja bersama perempuan dan kelompok yang kerap berada di pinggir. Gempa kali ini kembali menguji kerja panjang dan kepercayaan yang telah ia bangun bersama masyarakat. Apa yang dilakukan pagi itu tidak berhenti di Maumere. Ketika kabar dari Nagekeo—wilayah yang lebih dekat dengan pusat gempa mulai diterima, Bunda Mayora, Fajar Sikka, dan Koalisi KOPI mulai menghubungkan jaringan dan menyiapkan respons untuk bergerak ke sana. Makanan pokok, selimut, kebutuhan lansia, makanan anak dan bayi, serta kebutuhan perempuan mulai dikumpulkan. Ketika internet sulit diandalkan dan listrik kerap padam, telepon hingga telepon satelit digunakan agar komunikasi dengan masyarakat terdampak tidak terputus.

Gempa M7,7 yang mengguncang Flores, disusul gempa kuat hingga M6,2, telah merusak rumah dan berbagai fasilitas publik serta mengganggu akses di sejumlah wilayah. Guncangannya dirasakan luas dari Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sikka, hingga Alor dan Lembata. Peringatan dini tsunami sempat diberlakukan sebelum akhirnya dicabut, sementara risiko gempa susulan dan kerusakan infrastruktur masih berlangsung. Di Manggarai Timur, laporan awal mencatat seorang ibu dan dua anak meninggal dunia. Data akan terus berubah, tetapi bagi keluarga yang kehilangan rumah, penghidupan, rasa aman, atau orang yang mereka cintai, kehidupan telah berubah sejak pagi itu.  Berdasarkan data sementara yang dihimpun pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya, teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang.

Saat ini perempuan-perempuan di Flores sedang berjuang menjaga kehidupan di tengah bencana. Mereka tidak saja menjaga anaknya di tempat pengungsian, memastikan orang tua mendapatkan makanan, mencari kabar tetangga, sambil menyelamatkan barang-barang berharga di tengah puing reruntuhan rumahnya. Bunda Mayora sibuk menghubungkan bantuan, adalah bagian dari kehidupan yang sama-sama kita jaga. Mereka adalah saudara dan saudari  kita. Hari ini mereka sedang menjaga Flores. Kita bisa ikut menjaga mereka.

Di tengah situasi yang belum pasti, perempuan-perempuan Flores sudah mulai mengerjakan satu hal penting: menjaga agar kehidupan tetap berjalan. Mereka merawat keluarga, membaca kebutuhan di sekitarnya, menghubungkan orang dan bantuan, serta memastikan mereka yang sering luput tidak ditinggalkan. Kerja-kerja seperti inilah yang membuat sebuah komunitas tetap kuat ketika menghadapi krisis.

Karena itu, Minanga Peace Fund, mengajak kita semua untuk mendukung para perempuan Flores bangkit. Kita tidak sedang mengajak orang untuk mengasihani perempuan Flores. Kita sedang mengajak lebih banyak orang berdiri bersama kerja yang sudah mereka lakukan. Mereka punya pengetahuan tentang komunitasnya, tahu apa yang dibutuhkan, dan sudah bergerak dengan apa yang mereka punya. Tetapi mereka tidak harus mengerjakan semuanya sendirian. Kita punya jaringan, akses, sumber daya, dan banyak tangan yang bisa ikut bekerja. Di situlah sisterhood menjadi nyata: bukan merasa kasihan, tetapi saling berbagi daya.

Melalui Minanga Peace Fund, mari kita hubungkan kepedulian dan sumber daya yang kita miliki dengan kekuatan yang sudah bergerak dari Flores. Dukungan kita bukan untuk mengambil alih apa yang sedang mereka kerjakan, tetapi untuk memperbesar daya perempuan dan komunitas agar dapat melewati masa sulit ini dan kembali menata kehidupan.

Mari Beraksi Sekarang:

Sampaikan Dukungan Kawan-kawan bersama Minanga Peace Fund Melalui Donasi pada rekening 


💳 Donasi via QRIS/Transfer:

BSI a.n. AMAN Indonesia 7555556677 
📢 Konfirmasi Donasi: Silakan kirimkan bukti transfer Anda melalui: 

WhatsApp: 0812-8879-4813  atau  Direct Message (DM): @minanga.peacefund
[ Berikan keterangan transfer : Solidaritas / NTT]  ( kode 04 )

Mari Berdonasi

Donasi sebagai Anonim